Friday, March 02, 2012

Negeri "angso duo"

Ardian Bumi / / 1

Angso duo atau dua angsa yang merupakan cirri khas hewan yang selalu tampak di setiap lembaga adat di jambi, sejarah terbentuknya kota ini juga belum pernah saya baca, soalnya susah buat nemuin referesi yang bener-bener valid. (ini Cuma alesan, karena gak punya minat baca yang baik,, hehhe) untuk masalah pariwisata memang gak cukup banyak sih untuk menjadi tempat kunjungan, apalagi kalo nanya nya sama mereka yang pernah pergi keliling Indonesia. Pasti gak bakalan masuk trayek tour. Tapi jangan salah ya, meskipun gak se tenar Borobudur, jambi juga punya candi yang bisa kita jadikan salah satu alternative buat nyegerin otak yang udah selama seminggu di peres buat ngasilin uang. Hehhe.

Jambi dan pasar “angsoduo” gak bakalan kelirik nih pasar sama orang dari luar, karena memang begitu banyak sampah yang menjadi pemandangan tak sedap dan sangat mengganggu pandangan mata. Sering banjir lagi. Tapi disini letak keunikkannya, meski sudah seeing terendam banjir dan begitu banyak sampah, para pedagang tetap bertahan di pasar yang bisa di anggap kurang sekali manajemen nya. Yaa. Meski begitu, dari situlah rezeki yang telah mereka usahakan. Gak peduli dengan lingkungan sekitar mereka, demi keluarga di rumah.


Jambi yang merupakan wilayah yang gak terlalu besar ini masih tetep punya tempat yang enak buat di kunjungi, contohnya di kawasan untuk akses menuju kantor gubernur. Masih banyak koq pohon-pohon rindang yang sejuk.

Ini dia sedikit sejarah yang saya dapat dari situs jambitourism.co.id.

Konon, pada masa Jambi masih merupakan bagian dari kerajaan Pagaruyung yang berada dibawah naungan kerajaan Majapahit, ada seorang putri cantik bernama Putri Selaras Pinang Masak. Ia bertempat tinggal di hulu sungai Batanghari, yang membelah wilayah Jambi.

Karena tidak mau tunduk kepada kekuasaan Majapahit, yang saat itu akan berpisah dari kerajaan Pagaruyung, maka ia pun melarikan diri dan dikejar-kejar oleh tentara Majapahit. Di dalam perjalanannya itu ia mendapat petuah, untuk mencari lokasi baru untuk tempat tinggalnya kelak . Lalu sesuai dengan petunjuk yang diperolehnya, ia melepaskan dua ekor angsa, jantan dan betina di sungai Batanghari. Dan melihat di mana kedua angsa itu berhenti berenang, sebagai titik lokasi untuk mendapatkan kepastian di mana ia harus membangun istana yang baru. Pengganti istana yang ditinggalkannya di Pagaruyung.

Akhirnya ia melihat kedua angsa berhenti, di sebuah daratan . Dan di sanalah ia membangun istananya kembali. Lalu sejak itu, legenda tentang Angsa Dua , atau Angso Duo dalam dialek Jambi, menjadi terkenal dan tercatat dalam sejarah berdirinya kerajaan Melayu Jambi . Benar tidaknya kisah ini, wallahu alam…karena ini adalah hikayat turun temurun yang tetap hidup dalam masyarakat di sana.

Yah, setelah ini boleh lah nyoba datang ke jambi ini. Gak akan ada penyesalan diantara kita. Hahhaha…

Ardian Bumi


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
Follow me @Bloggertheme9

1 comment:

  1. Saya senang kamu suka foto saya dari angso duo depan kantor gubenor!

    ReplyDelete

Terima kasih udah mau mampir dan yang ikhlas berkomentar.
Blog yang hanya beraktifitas lewat "hape" ini akan selalu banyak kekurangan, jadi sangat susah untuk menyertai "post pict".
Salam pembelajar.

Alternate

Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger