Monday, October 11, 2010

Raga lemah tak bernyawa

Ardian Bumi / / 0
,Sesosok raga yang terbujur tak bernyawa, aku tahu ternyata itulah ragaku. Yang selama hidup didunia belum banyak berbuat amal, berbakti pada ke2 orang tua. Rasa sedih melintas karena mungkin belum sempat kepala tertunduk dihadapan ibu bapak ku. Namun rasa sedih itu pun dialiri dengan kebahagian, karena saat itu aku jadi pusat perhatian tetangga, yang meski dulu pernah kusakiti namun tetap ada didekat ragaku. Keluarga jauh, yang slama ini sama sekali belum pernah menatap wajahnya. Dan yang paling membuat aku bahagia adalah ketika saat raga ku yang tanpa busana di guyur dengan air mu ya ALLAH. Dengan sangat hati hati menyela nyela bagian tubuhku, menghilangkan kotoran yang melekat ditubuhku, Tapi saat itu tidak sedikitpun terbersit rasa malu dibenakku. Didalam ruang ganti, seragam putih putih telah menantiku, diluar juga terdengar sayup yasin tetap terlantun, serta ayat ayat dan asma ALLAH lainnya. Raga yang tak bernyawa itu pun tidak lupa diolesi dengan wewangian, saat itu tubuh itu pun terlihat hangat karna telah terselubung rapat dengan kain putih. Apa lagi ditambah ikatan2 temali yang menguatkan seraganku itu.

Kini tiba saatnya mengendarai kendaraan super mewah pikirku, sebab kendaraan tsb terlihat begitu spesial. Dengan 6 supir yang terlihat sudah siap, ragaku dinaikkan dan tidak lupa payung mengawasi bagian atas tubuh yang nyawanya telah keluar ini. Didalam kendaraan yang tadi kusebut mewah itu hanya ada 1 penumpang. Yaitu raga lemahku, raga yang mungkin berat karna terlalu banyak dosa yang kuperbuat, Raganya yang bakal kembali menjadi tanah.

Saat peletakan ragaku pun terlihat masih ada sedih di raut kedua orang tuaku, saudara2 ku. Tapi didalamnya ada rasa ikhlas karna inilah kehendak ALLAH. Suara adzan pun terdengar merdu, Di iringan asma ALLAH. Setelah semua kegiatan selesai mereka semua meninggalkan aku. Terbaring sendiri dan akan berharap, mungkin ada beberapa kiriman yang akan kuterima dalam 7 hari kedepan, kini tinggallah pertanggung jawaban ku terhadap semuanya, dengan datangnya dua tamu dari sang khalik. Tapi aku bertanya tanya mampukah aku menjawab pertanyaan ke2 tamu ku ini, dan apakah cukup, amal yang telah kuperbuat selama hidup ini.,

Ardian Bumi


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
Follow me @Bloggertheme9

0 komentar:

Terima kasih udah mau mampir dan yang ikhlas berkomentar.
Blog yang hanya beraktifitas lewat "hape" ini akan selalu banyak kekurangan, jadi sangat susah untuk menyertai "post pict".
Salam pembelajar.

Alternate

Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger