Tuesday, June 21, 2011

Belajar Menyesuaikan dan Mengendalikan Diri

Ardian Bumi / / 12
Hidup di kost yang hanya seluas 3 meter persegi membuat pikiran menjadi sulit mencari inspirasi, atau pikiranku telah menjadi kotor dan buntu karena begitu banyak melihat "pakaian bayi" yang dipakai oleh ABABIL. Pada posisi teras kost yang tepat di jalan gang, apalagi gang ini memang cukup ramai dilalu lalang. Kadang-kadang mata ini terlalu nakal, terus hati pun mendukungnya. Walah sebagai ABABIL yang numpang di kampung orang. Ternyata harus belajar banyak menyesuaikan diri. Sebagai makhluk yang memiliki dua unsur yang saling berlawanan yaitu, akal dan nafsu. Jika nafsu yang berhasil mencari posisi, maka akal sehat jadi tak di gunakan lagi dan saat itulah aku tak bisa lebih baik dari binatang. Keseimbangan yang tak lagi mampu menengahi kebenaran dan kesalahan.

Seandainya rasul masih ada di bumi Allah ini, pastinya kebijakan dan ketegasan hukum-hukum syariah akan terus kita nikmati bersama. Mungkin inilah mengapa rasulullah merisaukan umat di akhir jaman ini.


Kembali lagi ke "pakaian bayi" yang dipaksa digunakan oleh remaja, apa mungkin dalam pikiran mereka begitu caranya mengungkap syukur atas nikmat kecantikan yang ada pada mereka, dengan "mem-pamer-kan" paha mulus yang Allah anugrahkan.

Yasz, lagi-lagi tak mungkin hanya sepihak saja yang harus disalahkan. Begitu banyak peran orang lain terhadap perkembangan dari kreasi para ABABIL yang (katanya) tidak mau bakatnya "di eksploitasi". Peran lingkungan yang memang cukup berpengaruh, orang tua yang memberikan kebebasan, mata-mata yang tak bertanggung jawab (yang kayak aku ini ne) dan produsen pakaian yang tak bertanggung jawab.
Wallahu a'lam.

Ardian Bumi


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
Follow me @Bloggertheme9

12 comments:

  1. sabar juga merupakan kunci untuk hidup yang lebih baik mas ardian..

    o iya, saya ada award nih buat mas ardian di hari spesial blog saya, silahkan diambil..

    http://insideyudie.blogspot.com/2011/06/1st-anniversary-chronologist_21.html

    ReplyDelete
  2. yudi@ yasz...siip masbos.

    Makasih tag awardnya, insya Allah ntar diambil secepatnya.

    ReplyDelete
  3. jika masih muda sudah berpikiran seperti ini, itu sudah merupakan bentuk pengendalian diri yang positip karena sudah mampu mendeskripsikan kenyataan dengan faktor yang mempengaruhi.
    Ketika seusia sampean, saya masih belum berpikir seperti itu

    ReplyDelete
  4. Wah, memang sekarang serba mengejutkan, tantangan zaman semakin menggila, semoga saja kita semua bijak menyikapinya

    ReplyDelete
  5. Kadang saia berfikir " Ardian nich beneran lulusan setingkat SMA ngga sich, kok bahasa tulisannya dah mendalam gini" Saia jadi malu, bahasa saia malah kayak ababil hehehe
    Kalo misalnya matanya lagi nakal, cepat2 menunduk saja, jangan keterusan ya...yang waras ngalah :D
    peace ^^

    ReplyDelete
  6. pakies@ insya Allah pak, tapi terlalu berat untuk lebih jauh lagi, sedang diusahain.

    lha diusia 18 khan udah cukup lah buat nakalnya. Insya Allah. Gak mau buat ibu menitikkan air mata kesal lagi pak.
    do'a in ya pak di hari pertama kerja ini bisa menjadi awal yang baik.

    ReplyDelete
  7. Jadikan ruang sempit bisa menjadi lebih luar dan lebar..mungkin pikiran bisa menjadi tenang walaupun sulitnya hidup dan sumpek.

    Rumah baru nich....

    ReplyDelete
  8. betul juga produsen pakain harus bertanggung jawab kenapa membuat pakaian bayi untuk orang dewasa

    ReplyDelete
  9. Bayu@ oke mas, semoga dengan bertambahnya umur, maka semakin bijak. Hahai...

    Ria@ ya elah mbak, nyusun kata masih belepotan gitu koq dibilang dalem..
    Mungkin cuma perasaan mbak aja tuh.
    Haha.. Yang lagi merasa waras lagi belajar menjaga pandangan mbak. Do'a nya juga jangan lupa, supaya bisa istiqomah.

    Ibudini@ woke mbak, tapi sekarang udah ganti posisi lagi nih mbak, do'a kan semoga lancar ya mbak.
    Iya nih, cari yang simpel.

    R10@ mereka membuat itu karena laku terjual bang.
    Coba aja ada nyoba sadar, dengan nggak membeli pakaian bayi yang dipaksa buat remaja. Hahai.. Tapi ta' taulah.Bayu@ oke mas, semoga dengan bertambahnya umur, maka semakin bijak. Hahai...

    Ria@ ya elah mbak, nyusun kata masih belepotan gitu koq dibilang dalem..
    Mungkin cuma perasaan mbak aja tuh.
    Haha.. Yang lagi merasa waras lagi belajar menjaga pandangan mbak. Do'a nya juga jangan lupa, supaya bisa istiqomah.

    Ibudini@ woke mbak, tapi sekarang udah ganti posisi lagi nih mbak, do'a kan semoga lancar ya mbak.
    Iya nih, cari yang simpel.

    R10@ mereka membuat itu karena laku terjual bang.
    Coba aja ada nyoba sadar, dengan nggak membeli pakaian bayi yang dipaksa buat remaja. Hahai.. Tapi ta' taulah.

    ReplyDelete
  10. untunglah kosan saya kos cowok semua, jadi nggak pernah liat pakaian bayi digantung gitu2.. tapi berhubung ibu kos saya buka londrean, maka yaa kadang nemu pakaian bayi beneran..

    ReplyDelete
  11. gaphe@ oalah... Beruntunglah bayi daerah situ, berarti gak bakalan berebut ama yang udah pada gede.. Hihi..

    ReplyDelete
  12. Tuhan begitu indah menciptakan makhluknya. Kita dikaruniai akal, pikir dan nafsu sebagai 'perangkat' dalam hidup ini. Masa muda adalah masa yang penuh 'gejolak' dan dinamika. Alangkah bahagianya pemuda dan pemudi yang dapat tetap 'eksis dan tangguh' di tengah gebyarnya dunia ini. Salam sukses Sobat.

    ReplyDelete

Terima kasih udah mau mampir dan yang ikhlas berkomentar.
Blog yang hanya beraktifitas lewat "hape" ini akan selalu banyak kekurangan, jadi sangat susah untuk menyertai "post pict".
Salam pembelajar.

Alternate

Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger