Tuesday, July 26, 2011

Jejak Kecil dan Salam di Awal Ramadhan

Ardian Bumi / / 10
jejak kaki kecil yang samar
menepi menapak mencari-cari
mata sayu seakan sedang menunggu
menatap ke depan menuntun naluri

keitka tubuhnya bersandar
di bawah beton tinggi yang mencakar
dengan kuat juga mengakar

di balik itu semua
ternyata ada salam buat pak penguasa
menuntut secuil bijaksana
yang mungkin sudah terlupa
atau malah sengaja terlupa

yang kuat diangkat
di junjung penuh hormat
hingga yang jauh pun mendekat
simpati juga yang akhirnya di dapat
ini pun dikira menjadi awal yang hebat
meski sudah begitu kuat 
eh, malah si kecil di ajak debat

niat salam si kecil hanya menjadi iklan
menutup, menjadi tameng kekuasaan

ah, ini hanya pikiran buruk ku
lihatlah negri ini aman dan tentram
begitu luas namun tak satu pun terlupakan

jangan risau kawan
kini jejak mu tak lagi samar
mata mu tak lagi sayu
karena wakil mu telah sadar
dan kini kau tak perlu menitip salam apalagi merayu

Ardian Bumi


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
Follow me @Bloggertheme9

10 comments:

  1. Selamat menyambut puasa dan menjalankannya, IbuDini minta maaf nich dari adrian karna pasti ibudini banyak salahnya.

    ReplyDelete
  2. sipp...
    sama-sama ibu dini, ardian juga minta maaf, semoga ibadah di bulan ini menjadi berkah,,

    ReplyDelete
  3. Eh saya baru nyadar, templatenya ganti ya???
    Mari kita sambut Ramadhan dengan suka cita dan hati yang damai. Semoga senantiasa mendapat berkah ya...Mohon maaf lahir batin ^^

    ReplyDelete
  4. begitu positif thinking mas Ardian kepada semua sandiwara politik kita,..hmm patut ditiru, agar pikiran kita pun bersih menuju ramadhan dan dalam memandang kehidupan di sekitar :)

    ReplyDelete
  5. oia, maaf lahir batin ya mas,..brgkali ada salah2 kata..:)
    rumah baru nih,..

    ReplyDelete
  6. ria@ iya nih mbak.
    amiin,
    woke, mohon maaf lahir bathin juga ya mbak.

    kenia@ hahh,,, itu juga cuma expresi gak jelas mbak. semua yang ada kan udah patut disyukuri. mungkin beginilah cara bangsa kita menikamti kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
    yasz,sama-sama mbak, mohon maaf lahir bathin, yayyaya...

    ReplyDelete
  7. Puisi yang menarik, sebuah ungkapan hati untuk negeri ini. Semoga ungkapan yang tulus ini didengar. Jayalah negeri ini. Sejahtera lah rakyatku.

    ReplyDelete
  8. herdoni@ hehhee,,,
    gak berharap untuk didengar koq mas, cuma berharap ada tindakan untuk perubahan negri yang penuh dengan kekayaan alam ini mas.

    ReplyDelete
  9. sebuah kritik sosial yg cerdas

    ReplyDelete
  10. yuk kita sambut datengnya bulan ramadhan B)

    ReplyDelete

Terima kasih udah mau mampir dan yang ikhlas berkomentar.
Blog yang hanya beraktifitas lewat "hape" ini akan selalu banyak kekurangan, jadi sangat susah untuk menyertai "post pict".
Salam pembelajar.

Alternate

Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger